Rencana penyelenggaraan Pameran Properti dan Jasa Konstruksi Nasional 2026 sudah semakin matang setelah digelarnya rapat panitia pada Kams, 19 Februari 2026. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Jalan Gayung Kebonsari No. 169, Surabaya.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan event konstruksi skala nasional yang direncanakan akan berlangsung pada tanggal 15 – 17 Mei 2026 di Grand City Surabaya. Sejumlah keputusan penting telah dihasilkan mulai dari waktu pelaksanaann, lokasi kegiatan, konsep booth hingga struktur kepanitiaan. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi momentum besar bagi industri material bangunan dan jasa konstruksi nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi pelaku usaha.
Rapat Persiapan di Dinas PRKPCK Jawa Timur
Rapat panitia persiapan ini digelar atas undangan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai asosiasi dan pemangku kepentingan sektor konstruksi, termasuk perwakilan dari DPD APERSI Jawa Timur. Kehdarian lintas asosiasi menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penyelenggaran Pameran Material dan Jasa Konstruksi Nasional 2026 sebagai agenda strategis industri konstruksi di Jawa Timur.
Dalam rapat ini juga dibahas sejumlah aspel teknis dan konseptual untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstruktur dan berdampak luas bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
Pameran Properti Nasional Digelar 15 – 17 Mei 2026 di Grand City Surabaya
Salah satu keputusan utama yang sudah dibahas dan diputuskan dalam rapat ini adalah penetapan waktu dan lokasi pelaksanaan pameran. Disepakati bahwa Pameran Material dan Jasa Konstruksi Nasional 2026 akan dilaksanakan pada :
Tanggal : 15 – 17 Mei 2026
Lokasi : Grand City Surabaya
Pemilihan Grand City Surabaya dinilai sangat strategis karena merupakan salah satu pusat konersi dan pameran terbesar di Jawa TImur yang memiliki fasilitas representatif serta aksesibilitas yang baik. Sebagai venue berskala internasional, Grand City mampu menampung peserta dan pengunjung dalam jumlah besar, sehingga mendukung konsep pameran nasional yang menargetkan partisipaso luas dari berbagai daerah.
Momentum pelaksanaan pada bulan Mei 2026 juga diharapkan mampu menarik perhatian pelaku industri, kontraktor, pengembang, konsultan serta produsen material bangunan untuk berpartisipasi aktif.
Konsep Booth dan Keterlibatan Peserta
Dalam rapat tersebut juga dibahas konsep awal teknis penyelenggaraan termasuk ukuran booth. Rencana ukuran booth ditetapkan sebesar 3 x 6 meter yang dinilai ideal untuk menampilkan produk material, layanan jasa konstruksi maupun portofolio proyek. Ukuran booth yang cukup luas ini memungkinkan peserta untuk menghadirkan display produk secara optimal, termasuk simulasi material bangunan, teknologi konstruksi hingga presentasi proyek – proyek unggulan.
Selain itu, panitia dan event organzer ( EO ) direncanakan berasal dari perwakilan seluruh peserta yang telah mengikuti proses rapat sejak awal hingga tahap pembahasan terbaru. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan menciptakan rasa memiliki bersama serta memastikan transparasi dalam pengelolan kegiatan.
DPD APERSI Jawa Tiur Masuk Struktur Kepanitian
Dalam hasil rapat juga disepakati bahwa DPD APERSI Jawa Timur masuk dalam sturktur kepanitiaan dan menempati posisi Wakil Ketua bersama asosasi lainnya. Keterlibatan DPD APERSI Jatim dalam kepanitiaan menunjukkan peran aktif asosiasi pengembang perumahan dalam mendukung agenda konstruksi nasional. Sinergi antara sektor perumahan dan konstruksi menjadi penting karena keduanya saling berkaitan dalam rantai industri pembangunan.
Pastisipasi asosiasi dalam kepanitiaan juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor memastikan bahwa pameran benar benar mencerminkan kebutuhan industri secara menyeluruh.
Finalisasi Panitia dan Rundown Menunggu Rapat Inti
Meski sejumlah poin strategis telah disepakati, beberapa aspek teknis masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat inti bersama Kepala Dinas dan tim terkait. Beberapa hal yang akan difinalisasi antara lain :
- Penyusunan struktur panitian secara resmi
- Penyusunan rundown acara
- Penetapan harga sewa booth
- Penyutusnan undangan resmi
- Mekanisme teknis pelaksanaan
Keputusan final akan diumumkan setelah rapat inti dilaksanakan, sehingga seluruh peserta dan calon partisipan dapat memperoleh informasi lengkap secara resmi. Pendekatan bertahap ini dinilai penting untuk memastikan seluruh persiapan berjalan matang dan terkoordinasi dengan baik.
Momentum Strategis Industri Konstruksi Nasional
Pameran Properti ini tak hanya cuma jadi ajang promosi produk dan layanan, tetapi juga akan menjadi ruang temu antara pelaku industri, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Sektor konstruksi memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui kegiatan pameran ini diiharapkan terjadi :
- Peningkatkan jaringan bisnis
- Pertukaran teknologi dan inovasi
- Promosi produk dalam negeri
- Penguatan kolaborasi lintas asosiasi
- Peningktan investasi sektor kontruksi
Sebagai salah satu [usat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan industri material bangunan dan jasa konstruksi. Dengan dukungan pemerintah provinsi dan partisipasi aktif asosiasi, Pameran Konstruksi Nasional 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu agenda industri terbesar tahun depan.
Kolaborasi Pemerintah dan Asosiasi
Keterlibatan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dalam proses persiapan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan sektor konstruksi. Kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, profesional, dan berdaya saing. Sinergi ini juga sejalan dengan upaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan perumahan di berbagai wilayah.
baca juga : ketua-dpd-apersi-jawa-timur-jamu-menko-perkuat-sinergi-pembangunan-perumahan
Penutup
Rapat panitia persiapan yang digelar pada 19 Februari 2026 menjadi tonggak awal menuju penyelenggaraan Pameran Material dan Jasa Konstruksi Nasional 2026 di Grand City Surabaya. Dengan waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan pada 15–17 Mei 2026 serta keterlibatan lintas asosiasi dalam kepanitiaan, kegiatan ini diproyeksikan menjadi event konstruksi nasional yang berdampak luas. Informasi lebih lanjut mengenai struktur panitia final, harga booth, serta detail teknis lainnya akan diumumkan setelah rapat inti bersama Kepala Dinas dan tim terkait.
DPD APERSI Jawa Timur mendukung penuh penyelenggaraan Pameran Material dan Jasa Konstruksi Nasional 2026 dan mengajak seluruh pengembang, kontraktor, produsen material, serta pelaku industri konstruksi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci sukses penyelenggaraan pameran nasional yang profesional, kolaboratif, dan berdampak bagi pertumbuhan industri konstruksi Indonesia.

