Malang, 17 Oktober 2025– Dalam upaya memperkuat kapasitas dan profesionalitas para pengembang di Jawa Timur, Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPD Apersi Jatim) berkolaborasi dengan Apersi Training Center (ATC) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Developer untuk Peningkatan Kualitas Pengembang dan Sosialisasi Program KUR Perumahan”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Apersi dalam membangun ekosistem perumahan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan industri properti yang terus berkembang.
Pelatihan ini tidak hanya sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi para pelaku industri perumahan untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan mempersiapkan diri menghadapi dinamika pasar properti nasional yang semakin kompetitif.
Dengan menghadirkan berbagai narasumber berpengalaman, baik dari kalangan pemerintah, lembaga keuangan, maupun praktisi pengembang, kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana membangun proyek perumahan yang berkualitas, berdaya saing, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dihadiri Menteri PKP, Wujud Dukungan Pemerintah Terhadap Dunia Pengembang
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah kehadiran Bapak Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), yang memberikan sambutan dan arahan langsung kepada para peserta.
Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa sektor perumahan bukan hanya urusan bisnis semata, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial untuk menyediakan hunian yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Sektor perumahan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi nasional. Setiap rumah yang dibangun tidak hanya memberi tempat tinggal bagi keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan sektor konstruksi, dan memacu industri pendukung lainnya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan asosiasi pengembang seperti Apersi sangatlah penting,” ujar Menteri PKP dalam sambutannya.
Beliau juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengembang agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, terutama dalam hal teknologi konstruksi, digitalisasi pemasaran, serta penerapan standar keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah, menurutnya, berkomitmen untuk terus mendukung dunia pengembang melalui berbagai program strategis, salah satunya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, yang memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi para developer kecil dan menengah.
“Kami ingin memastikan bahwa pengembang lokal di daerah juga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh. KUR Perumahan hadir untuk membantu mereka mendapatkan modal yang lebih mudah, dengan bunga ringan dan proses yang lebih inklusif,” tambahnya.
Meningkatkan Daya Saing Pengembang Lokal
Ketua DPD Apersi Jatim H. Makhrus Sholeh S.H, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam mempersiapkan para anggotanya menghadapi tantangan industri properti di masa depan.
Menurutnya, banyak pengembang lokal yang memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan peningkatan kemampuan manajerial, teknis, dan akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih luas.
“Kami percaya, kunci dari kemajuan sektor perumahan bukan hanya terletak pada modal finansial, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya. Pengembang yang profesional, berintegritas, dan memahami kebutuhan masyarakat adalah aset berharga bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Pelatihan ini mencakup berbagai materi penting, mulai dari strategi pengembangan proyek perumahan yang efisien, pengelolaan keuangan dan manajemen risiko, strategi pemasaran digital properti, hingga penerapan regulasi perizinan yang sesuai standar pemerintah.
Peserta juga diberikan pemahaman mendalam mengenai peluang dan manfaat program KUR Perumahan, yang kini menjadi salah satu solusi efektif untuk mendorong pertumbuhan sektor perumahan rakyat.
Baca Juga : Apersi Training Center Ajak 700 Pengembang Tingkatkan Kualitas
KUR Perumahan, Solusi Pembiayaan Inklusif Bagi Developer
Sesi sosialisasi KUR Perumahan menjadi salah satu bagian paling menarik dari kegiatan ini.
Melalui pemaparan dari perwakilan lembaga keuangan yang menjadi mitra program, para peserta mendapatkan penjelasan lengkap mengenai mekanisme, persyaratan, serta manfaat pembiayaan KUR yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan proyek perumahan berskala kecil hingga menengah.
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor perumahan merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas akses modal bagi pengembang yang ingin membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dengan bunga rendah dan proses yang relatif cepat, KUR Perumahan menjadi angin segar bagi para developer lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan pembiayaan dari bank konvensional.
Melalui skema ini, diharapkan muncul lebih banyak proyek perumahan rakyat yang layak huni, berkualitas, dan terjangkau.
Bagi masyarakat, hal ini tentu memberikan dampak positif berupa ketersediaan rumah dengan harga yang sesuai kemampuan, sementara bagi pengembang, menjadi peluang untuk memperluas usaha tanpa harus terbebani modal besar di awal.
Apersi Training Center: Mencetak Pengembang yang Profesional dan Tangguh
Sebagai mitra pelaksana kegiatan, Apersi Training Center (ATC) berperan penting dalam merancang kurikulum pelatihan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Materi pelatihan disusun secara komprehensif, menggabungkan teori dan praktik, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menerapkannya dalam proyek nyata.
Direktur ATC menjelaskan bahwa pelatihan ini juga menjadi wadah untuk membangun semangat kolaborasi di antara sesama pengembang.
“Kita ingin menciptakan komunitas pengembang yang saling mendukung, berbagi pengalaman, dan berinovasi bersama. Dunia properti terus berubah, dan hanya mereka yang mau belajar serta beradaptasi yang akan mampu bertahan,” jelasnya.
Selain pembekalan teknis, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya etika bisnis, kejelasan legalitas, serta tanggung jawab sosial dalam membangun perumahan.
ATC percaya bahwa pengembang yang baik bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan masa depan bagi banyak keluarga.
Antusiasme Peserta dan Dampak Positif bagi Industri Perumahan
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari para peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Banyak di antara mereka yang menilai pelatihan ini membuka wawasan baru dan memberikan solusi nyata terhadap tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Salah satu peserta, seorang pengembang asal Malang, menyebutkan bahwa informasi mengenai KUR Perumahan sangat membantu.
“Selama ini kami tahu ada KUR, tapi belum paham detailnya. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi tahu bagaimana cara mengaksesnya dan bagaimana memanfaatkannya secara efektif,” ujarnya.
Peserta lain menambahkan bahwa pelatihan ini juga memberikan pandangan baru tentang pentingnya standar kualitas bangunan dan manajemen proyek yang profesional.
Menurutnya, pasar properti semakin cerdas, sehingga pengembang dituntut untuk menghadirkan produk yang bukan hanya terjangkau, tapi juga nyaman dan berkelas.
Dari sisi organisasi, kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadi agenda berkelanjutan.
DPD Apersi Jatim berencana untuk menjadikannya sebagai program rutin tahunan, dengan memperluas cakupan peserta dan topik pelatihan agar lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
Menuju Ekosistem Perumahan yang Sehat dan Berkelanjutan
Dalam penutupan acara, seluruh peserta dan panitia sepakat bahwa penguatan sumber daya manusia adalah fondasi utama dalam membangun sektor perumahan yang tangguh.
Melalui pelatihan dan sosialisasi seperti ini, Apersi tidak hanya membantu anggotanya untuk berkembang, tetapi juga turut berkontribusi dalam upaya nasional menyediakan hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Kami ingin Apersi Jatim menjadi contoh asosiasi yang aktif, adaptif, dan berorientasi pada solusi. Peningkatan kualitas pengembang akan berdampak langsung pada kualitas perumahan yang dihasilkan. Dan pada akhirnya, hal ini akan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pasar, kemampuan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Ketua Apersi Jatim.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui kebijakan yang berpihak pada pengembang dan masyarakat, serta sinergi antara lembaga keuangan dan asosiasi, diharapkan industri perumahan di Jawa Timur dapat tumbuh lebih cepat dan sehat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Apersi Jatim terus berkomitmen dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan garda depan dalam membangun masa depan perumahan rakyat yang lebih baik.
Melalui langkah-langkah konkret seperti pelatihan dan sosialisasi ini, Apersi menegaskan bahwa masa depan sektor perumahan tidak hanya dibangun oleh beton dan bata, tetapi juga oleh pengetahuan, integritas, dan kolaborasi.
Pelatihan Developer dan Sosialisasi KUR Perumahan yang diselenggarakan oleh DPD Apersi Jatim dan ATC menjadi refleksi nyata bahwa dunia pengembang di Indonesia tengah bergerak menuju arah yang lebih profesional dan inklusif.
Kehadiran Menteri PKP memberi pesan kuat bahwa pemerintah siap hadir di tengah-tengah pelaku usaha untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi percepatan penyediaan hunian rakyat.
Dengan semangat kolaborasi, peningkatan kompetensi, dan dukungan pembiayaan yang mudah diakses, Apersi Jatim optimistis akan lahir lebih banyak pengembang unggul yang mampu membawa industri perumahan Jawa Timur — dan Indonesia — menuju masa depan yang lebih cerah, adil, dan berkelanjutan.

