Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Korwil Malang Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial. Melalui kepedulian dan rasa solidaritas yang tinggi, mereka mengirimkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bencana alam yang terjadi beberapa waktu terakhir itu menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan rumah, hingga kekurangan kebutuhan pokok. Melihat kondisi tersebut, Apersi Malang Raya merasa terpanggil untuk ikut serta membantu meringankan beban para korban.
Bantuan Diserahkan Melalui Dinas Terkait
Bantuan yang telah dikumpulkan Apersi Malang Raya diserahkan secara langsung kepada perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Uuk Arif Pujiutomo. Selanjutnya, bantuan tersebut akan diteruskan ke posko penggalangan bantuan yang telah didirikan oleh Dinas Sosial.
Penyerahan dilakukan di Kartini Imperial Building, Kota Malang, pada Jumat, 5 Desember 2025. Momen itu berlangsung sederhana namun penuh makna, menggambarkan semangat gotong royong untuk membantu sesama.
Apersi Ikut Merasakan Derita yang Dialami Warga
Ketua Umum Apersi Korwil Malang Raya, Dony Ganatha, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk empati seluruh anggota Apersi terhadap warga di Sumatera yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami semua di Apersi sangat prihatin melihat kondisi saudara-saudara kita di Sumatera. Banjir dan longsor tidak hanya merusak rumah, tapi juga menyisakan trauma dan kesulitan bagi para korban,” ujarnya dalam keterangannya.
Dony menambahkan bahwa bantuan yang dikirimkan merupakan hasil kontribusi bersama para pengembang yang tergabung dalam Apersi Malang Raya. Meski bentuknya sederhana, pihaknya berharap bantuan tersebut dapat sedikit membantu kebutuhan mendesak di lokasi bencana.
Jenis Bantuan yang Dikirimkan
Bantuan yang dikumpulkan Apersi meliputi kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan oleh para korban di masa darurat. Beberapa di antaranya yaitu:
- Bahan makanan pokok, seperti beras, minyak, mie instan, dan kebutuhan konsumsi harian lainnya.
- Pakaian layak pakai, untuk membantu para korban yang kehilangan harta benda mereka.
- Perlengkapan bayi, seperti popok, susu bayi, dan kebutuhan perawatan anak lainnya.
- Obat-obatan dasar, untuk mengantisipasi penyakit yang muncul pasca bencana.
Menurut Dony, barang-barang tersebut dipilih karena menyesuaikan dengan kondisi korban yang sedang berada di pengungsian dan membutuhkan pasokan cepat.
Masih Banyak Anggota yang Ingin Berpartisipasi
Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa sebenarnya masih ada banyak anggota Apersi yang ingin bergabung mengirimkan bantuan. Namun karena situasi di lapangan membutuhkan penanganan cepat, pihaknya memutuskan untuk segera mendistribusikan bantuan yang sudah terkumpul.
“Waktu menjadi tantangan terbesar kami. Para korban tentu membutuhkan bantuan secepat mungkin. Maka dari itu, bantuan yang sudah ada langsung kami kirimkan tanpa menunggu lebih lama,” jelasnya.
Meski demikian, Dony memastikan bahwa Apersi Malang Raya akan terus membuka diri untuk aksi sosial lainnya di masa depan, terutama ketika terjadi bencana atau situasi darurat lain yang membutuhkan uluran tangan.
Solidaritas sebagai Kekuatan Bersama
Aksi Apersi Malang Raya ini bukan hanya sekadar pengiriman bantuan, tetapi juga bentuk nyata semangat kebersamaan antar anak bangsa. Di tengah berbagai kesibukan dan keterbatasan, mereka tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai prioritas.
Bencana alam memang tidak bisa dihentikan, namun solidaritas adalah cara untuk memperkuat satu sama lain. Langkah Apersi Malang Raya ini diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan.
